PENDAKIAN PUNCAK ANDONG
Pak Imam sebagai penanggungjawab kegiatan tengah menceritakan pengalamannya mendampingi anak-anak yang baru kali pertama melakukan pendakian ke Andong. Diawali dari proses pemberangkatan hingga pemulangan. "Anak-anak berangkat dari sekolah pukul 07.30 dengan menaiki angkot jalur 3. Alhamdulillah semua sanggup muncak. Diawal perjalanan, ada satu anak yang gak mau naik karena alasan sakit dan takut ketinggian, tapi kemudian kita motivasi dan akhirnya berhasil sampai puncak". Saat dikonfirmasi lamanya waktu untuk menggapai puncak, beliau menjawab, "Hanya dalam waktu 50 menit, anak-anak sudah sampai pada puncak Andong berketinggian 1726 mdpl. Mereka menaklukkan Andong sambil berlari", ujarnya saat ditemui di ruang tata usaha SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang jelang sholat Jum'at (29/5).
SUSUR PANTAI JATI MALANG
![]() |
Rute Menuju puncak Gn. Andong(27/5) |
MAGELANG-
Mentoring perpisahan Siswa putra kelas VI SDIT Ihsanul Fikri Kota
Magelang tahun ini berlokasi di Gunung Andong, Grabag Magelang (27/5).
Tema kegiatan yang berupa tafakur alam ini diikuti sebanyak 42 siswa
bersama enam guru pendamping. Selain untuk bertafakur, tujuan kegiatan
ini adalah untuk mengukir memori di puncak Andong.
Pak Imam sebagai penanggungjawab kegiatan tengah menceritakan pengalamannya mendampingi anak-anak yang baru kali pertama melakukan pendakian ke Andong. Diawali dari proses pemberangkatan hingga pemulangan. "Anak-anak berangkat dari sekolah pukul 07.30 dengan menaiki angkot jalur 3. Alhamdulillah semua sanggup muncak. Diawal perjalanan, ada satu anak yang gak mau naik karena alasan sakit dan takut ketinggian, tapi kemudian kita motivasi dan akhirnya berhasil sampai puncak". Saat dikonfirmasi lamanya waktu untuk menggapai puncak, beliau menjawab, "Hanya dalam waktu 50 menit, anak-anak sudah sampai pada puncak Andong berketinggian 1726 mdpl. Mereka menaklukkan Andong sambil berlari", ujarnya saat ditemui di ruang tata usaha SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang jelang sholat Jum'at (29/5).
![]() |
Saat Siswa Putra kelas VI melakukan perjalanan menuju hingga puncak Gn. Andong (27/5) |
Imam
menambahkan ceritanya saat sampai dipuncak, "Anak-anak memasak air
menggunakan kompor parafin untuk menyeduh makanan dan minuman instan
yang sudah mereka siapkan sebagai bekal perjalanan. Kemudian mereka
melakukan foto bersama, mengenal
lingkungan, ploting sampah, mentoring, dan mengukir memori di puncak
Andong". Ada kejadian unik saat anak-anak mengenal lingkungan. Ada
sebagian anak yang mencoba untuk mengakrabi pendaki lain yang datang
bersama pasangannya. "Mbak, kok mau sih jadi pacarnya mas ini?," ujar
Imam mengutip cerita dari muridnya.
"Mengukir
memori di puncak Andong berisi tiga poin penting, yaitu selalu
berkomitmen dalam menjalani syariat Islam, karena Islam itu mudah dan
memudahkan dalam menggapai cita-cita; setia dengan almamater dengan cara
mengikuti program kegiatan pasca
kelulusan; rajin silaturahim ke guru", ujar Imam selaku pemimpin dalam
pengucapan ikrar tersebut.
Saat
turun gunung, tak lupa anak-anak membawa kembali sampah yang sudah
mereka kumpulkan. Sesampainya di basecamp, mereka istirahat sholat dan
makan. "Makanan yang dipersiapkan prasmanan langsung saja menjadi
santapan ternikmat bagi kami", tambahnya saat menutup cerita. Siswa
sampai lagi ke sekolah pada pukul 14.30 sesuai jadwal.
SUSUR PANTAI JATI MALANG
![]() |
Siswa Putri kelas VI saat sedang Bermain Pasir (27/5) |
Berbeda
dengan lokasi tujuan siswa putra, 44 siswa putri kelas VI SDIT Ihsanul
Fikri Kota Magelang ditemani tujuh guru pendamping melakukan mentoring
perpisahan dengan agenda rihlah ke pantai Jatimalang, Purworejo pada
hari yang sama, Rabu (27/5). "Tujuan kegiatan ini adalah untuk tafakur
alam dan rihlah sebagai bentuk kesyukuran kita karena sudah diberi
kelancrn dalam ujian sekolah tgl 18-25 Mei kemarin", jelas Arin selaku
koordinator jenjang VI (29/5).
"Pemilihan lokasi
di pantai Jatimalang karena jaraknya yang relatif dekat dan juga atas
pilihan langsung dari siswa putri.
Berangkat dengan lima kendaraan dari masjid RSI jam 08.00 dan sampai
lokasi jam 10.00. Lokasi pantai dr kota Purworejo sektr 20 km arah
selatan. Kanan kiri sawah menghijau dan kondisi pantai masih alami.
Kebetulan laut sedang pasang dan ombaknya tinggi seperti pantai selatan
lainnya, jadi kita tidak berani untuk berenang", kisah Arin.
![]() |
Siswa Putri kelas VI saat sedang Bermain Pasir dan menunjukkan hasil karyanya (27/5) |
Ustadzah
Arin, demikian murid-murid memanggilnya di sekolah kemudian melengkapi
ceritanya kembali, "Kegiatan kami diawali sholat Dhuha di Masjid RSI
lalu
pengarahan dari saya. Pembiasaan yang tetap kita lakukan salah satunya
membaca Al Matsurat bersama-sama di awal
perjalanan, bahkan selama perjalanan sempat ada yg mual. Sesampainya di
lokasi kami beristirahat sebentar baru
kemudian menuju ke pantai. Pandangan kami langsung tertuju ke arah
lautan, memandang gulungan ombak yang tinggi langsung membuat
kami benar-benar merasa kagum dan kecil di hadapan Allah SWT, juga
mengingatkan bahwa
sebagai makhlukNya kita tidak boleh takabur dan senantiasa tawadhu
(rendah hati). Setelah itu kita berkelompok untuk membuat istana pasir.
Puas main pasir, dilanjutkan mencari binatang air yang hidup di pantai
seperti kepiting kecil (baca:yuyu). Mengasyikkan sekali saat menangkap
dan melepaskan
lagi yuyu-yuyu kecil tadi. Sebelum pulang, kami kembali memuaskan diri
duduk di pantai menikmati
deburan ombak. Rombongan pulang jam 13.30 setelah makan dan sholat
Dhuhur. Alhamdulillah rombongan sampai Magelang dalam kondisi sehat dan ceria jam 15.45." (SPL).