 |
Siswa SDIT Ihsanul Fikri- Peserta Khataman dan Imtihan |
MAGELANG- Rintik hujan pagi hari
tadi menambah syahdu dibukanya agenda Khataman dan Imtihan yang
diselenggarakan oleh SDIT Ihsanul Fikri kota Magelang di Gedung Wiworo
Wiji Pinilih. SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang mengambil tema Syukur di
Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun ini. Khataman dan Imtihan
merupakan bentuk akuntabilitas dan rasa syukur, yaitu pelaporan secara
langsung dan nyata kualitas hasil pembelajaran Al Qur'an kepada Orang
tua wali santri/ masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh 86 anak dari
kelas IV, V, dan VI pada hari ini merupakan kali kedua yang
diselenggarakan setelah sebelumnya berhasil meluluskan 40 anak dari
kelas III, IV, V, dan VI. Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur'an
secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat Al
Zalzalah sampai dengan An Naas, kemudian Al FAtihah dan Surat Al BAqarah
ayat 1-5, dan ditutup doa Khatmu Al Qur'an beserta artinya. Imtihan
merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas),
fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti
biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur'an), dan hafalan oleh
publik yang dipandu oleh UMMI Foundation. (2/5)
 |
Imtihan- Ustadz Muhammad Arif Syu'aib memandu jalannya proses imtihan dan tanya jawab |
Beberapa siswa yang
mendapat kehormatan untuk unjuk kebolehan ilmu yang telah dikuasainya
adalah Mbak Cita, Mas Izul, Mas Irsyad, Mbak Nana, Mas Zaim, Mas Roni,
Mbak Nurul, Mas Shiddiq, Mas Zaidan, dan Mbak Khusnia. Beberapa yang
berhasil kami catat yaitu Mas izul yang mendapatkan pertanyaan salah
satu hukum bacaan ghorib yaitu shod yang terdapat huruf sin kecil
diatasnya, Mas Zaim diminta untuk membacakan surat Al Kahfi ayat 1-2
yang didalamya terdapat hukum bacaan saktah, Mas Roni diminta membacakan
surat Al Hujurat ayat 11, dan Mbak Nurul yang diminta tasmi' QS Al
Qoriah beserta penjelasan hukum-hukum tajwid di dalamnya.
 |
Sesi memohon doa restu pada kedua orang tua |
 |
Sesi memohon doa restu pada kedua orang tua |
Selepas
proses imtihan dan tanya jawab, anak-anak diberi waktu menemui kedua
orang tua dan guru selama tiga menit untuk meminta doa restu agar
menjadi anak yang sholeh, sukses, dan berguna bagi agama. Tiga menit
yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru.
Dengan diiringi instrumen musik do'aku, para peserta imtihan menangis
dalam pelukan orang tuanya maing-masing. Permohonan doa restu anak-anak
kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan
pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi
umat di kemudian hari. Setelah meminta doa restu, kemudian para peserta
diminta untuk naik ke
panggung kembali untuk mendengarkan pesan-pesan kepada peserta Khotaman
dari Ustadz Arif selaku pemandu Khotaman. Terdapat tiga pesan penting
yang disampaikan, yaitu pesan untuk rajin sholat lima waktu, berbakti
pihak kedua orang tua, dan rajin membaca Al Qur'an setiap hari.
 |
Tropy Khataman |
 |
Penyerahan Sertifikat dan Trophy oleh Kepala Sekolah dan Koordinator UMMI |
Setelah
itu peserta diminta meninggalkan panggung dengn rapi untuk kembali ke
tempat yang sudah disediakan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian
sertifikat pada seluruh peserta khotaman. Satu per satu peserta naik
panggung sesuai dengan slide yang telah ditampilkan untuk menerima
sertifikat dan trophy khotaman dari kepala sekolah dan koordinator UMMI.
Dengan demikian, telah terujilah ilmu tartil, fashohah, ghorib, dan
tajwid, serta hafalan para peserta khataman dan imtihan di depan publik.
Ustadz Faisal menyampaikan harapan beliau kedepannya kepada para
peserta "semoga anak-anak didik menjadi pribadi yang sholih/sholihah dan
berakhlaqul karimah." Ustadz Abdur Rozak berpesan agar kedepannya para
guru dapat lebih meningkatkan lagi kinerja yang sudah baik ini dan bagi
para orang tua, diharap agar dapat mendampingi anak-anaknya hingga ilmu
yang telah diperolehnya nanti dapat segera diamalkan. "Persiapan yang
memakan waktu selama satu bulan intensif ini membuahkan hasil beupa
nilai yang cukup memuaskan. Namun, secara target masih kurang, baru 80%
yang tercapai. Pada praktiknya, 20% sisanya mengalami permasalahan yang
cukup beragam dan kasuistik menyangkut kondisi psikologis anak. Agenda
khataman dan imtihan ini merupakan ajang evaluasi dan menjadi tambahan
penyemangat para guru untuk menghadapi tantangan kedepan yang lebih
besar. Target untuk tahun depan, kegiatan ini akan rutin digelar tiap
satu semester. Jadi, hendaknya kita belum layak merasa puas diri.",
jelas kepala sekolah SDIT Ihsanul Fikri. Diakhir wawancara, beliau yang
juga tergabung sebagai penanggungjawab kegiatan bersama Ustadz Sholihin
dan Ustadz Faisal meminta doa restu agar tahun depan kelas tiga sudah
mencapai Al Qur'an dan tahun ajaran 2015/2016 ada kelas tahfidz dengan
target 5 Juz (Juz 29,30, 1, 2, dan 3).
 |
Penyerahan Penghargaan |
Terdapat beberapa
Penghargaan yang diberikan pada peserta terbaik. Peserta terbaik diminta
untuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Beberapa nama
siswa berprestasi yaitu Dewangga Dika Darmawan yang mendapat peringkat
terbaik petama dengan total nilai 9,60. Terbaik kedua diraih oleh ananda
Naufal Makarim Aschafitz dan Khasnaul Azizah dengan nilai 9.40. Terbaik
ketika diraih oleh ananda Tita Amalya Nadhifah, Daniya Nadiya Adila,
dan Nur Iftita Anisa Sani dengan nilai 9,30. Prestasi anak-anak masih
mungkin untuk dapat terus ditingkatkan. Ustadz Arif sebagai perwakilan
dari UMMI Foundation mengungkapkan bahwa "Dengan telah terselenggaranya
kegiatan khataman dan imtihan ini, SDIT Ihsanul Fikri sudah profesional
dalam melakukan pelaporan secara nyata pada masyarakat. Walaupun belum
sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Allah), belau optimis bahwa
kedepan kualitas kompetensi anak didik dapat lebih ditingkatkan lagi."
Tidak hanya menyinggung dari segi kualitas, beliau juga menyampaikan
harapan dari segi kuantitas, "Semoga di periode selanjutnya, peserta
bisa mencapai seratusan lebih jumlahnya."
 |
Bapak Anang Masruri (Wali dari Zahra Farwania) |
Dalam sambutan wali murid yang diwakili oleh Bapak AnangMasruri, beliau menyampaikan bahwa "Tidak ada kalimat yang utama selain syukur. nikmat dapat hadir dan menyaksikanbagaimana anak-anak kita telah diakui dan dididik cara membaca Al Qur'an dengan metode UMMI. Sejak awal jilid pertama hingga akhirnya dapat membaca Al Qur'an dengan lancar. Kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsira kepada SDIT Ihsanul Fikri, wabil khusus tim pengajar UMMI sehingga anak kami bisa membaca Al Qur'an." Diakhir sambutannya, beliau sebagai wali murid percaya bahwa SDIT Ihsanul Fikri telahmampu mewujudkan motto sekolahnya sebagai SekolahUnggulan berkarakter Qur'ani. Beliau juga mendoakan agar para guru diberi pahala oleh Allah SWT. seperti aliran air. Beliau mengibaratkan jika nanti anak-anak kami telah dewasa dan mengajarkan apa yang telah diperoleh dari guru-guru mereka, maka pahala tersebut akan tetap mengalir pada siapa yang telah menyalurkan ilmu yang bermanfaat tadi pada yang mengajarkannya petama kali. "Hanya Allah SWT sangpemberi balasan Tebaik.", tutup beliau.

Bapak KH. Mansyur Siroj, Tokoh Masyarakat dari kalangan Nahdatul Ulama' (NU)
Dalam
sambutan berikutnya, KH Mansyur Siroj yang merupakan tokoh masyarakat
menyampaikan mauidhotul khasanah kepada para hadirin dan peserta
khataman dan imtihan. Beliau menyampaikan bahwa "SDIT Ihsanul Fikri
telah menjadi Pusat Perhtian Orang (PPO) yaitu sebagai sekolah yng
bagus, unggul, dan bermutu." Beliau juga mendoakan agar para siswa SDIT
Ihsanul Fikri menjadi anak yang sholih -sholihah, rajin sholat, mengaji,
dan beribadah. Beliau juga mengakui metode UMMI yang dinyatakan dalam
kalimat "melihat kemampuan peseta khataman dan imtihan ini, berarti
metode UMMI ini canggih benar." Diakhir ceramahnya, beliau berpesan
bahwa amal ibadah yang disukai itu, amal ibadah yang konsisten. Beliau
mengajak para hadirin untuk bersama-sama menghafalkan empat kata Ajak,
Contoh, Dorong, dan Cegah yang kemudian disingkat menjadi ACDC.
 |
Grup Nasyid Granada Voice dan Magenta |
Diakhir acara,
hadirin dihibur dengan tampilan dari salah satu grup Nasyid binaan
ustadz Niko, yang merupakan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMPIT
Ihsanul Fikri yang merupakan pemenang juara satu lomba nasyid yang
diselenggarakan Asosiasi Nasyid Nusantara wilayah Jawa Tengah. (SPL)
0 komentar:
Posting Komentar